Friday, March 12, 2010

DPRD Manggarai Ke Lokasi Tambang

Laporan Euginius Moa

RUTENG, POS KUPANG.Com--Sembilan orang anggota DPRD Manggarai yakni, Yesualdus P Mbaut, Gregorius Gaguk, Frans San, Roni Marut, Wendelinus M Nurung, S.H, Yoseph Leonardi, Ferdinandus Tarang, Yohanes Rikardus Madu dan Ignas F Teren "terjun" ke lokasi tambang di Kecamatan Reok dan sekitarnya.


Tujuanya melakukan investigasi terhadap seluruh kegiatan tambang termasuk keluhan masyarakat sekitar lingkar tambang.

Informasi yang dihimpun dari Sekretariat Dewan dan anggota DPRD Manggarai, Thomas Jehaut di Kantor DPRD Manggarai, Kamis (11/3/2010) menyebutkan, sembilan anggota Dewan terjun ke lokasi tambang guna menyikapi lebih lanjut aspirasi elemen masyarakat beberapa waktu lalu.

Dewan perlu mendapat informasi yang komprehensif agar langkah politik bisa dilakukan dengan baik.

Seturut informasi yang diperolehnya Pos Kupang di Kantor Dewan menyebutkan, selama berada di Reo, anggota tim sembilan akan menghimpun keterangan secara komprehensif hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tambang.

Artinya keterangan yang dihimpun tidak hanya dari masyarakat lingkar tambang, tetapi juga prosedur yang ditempuh investor hingga mendapat kuasa pertambangan serta kompensasi yang diberikan bagi pemilik ulayat. (*)

7 comments:

  1. tiga kriteria yang sudah mendara daging di setiap insan pemerintah dan perwakilan rakyat maggarai, yaitu banyak menulis, banyak bebicara tetapi sedikit merealisasikan. percuma para anggota DPR pergi memantau lokasi pertambangan namun niat untuk mewujudkan aspirasi rakyat tidak diindahkan. pantaslah kabupaten manggarai daerah korupsui kelas kakap untuk propinsi NTT.

    ReplyDelete
  2. masa DPR menjadi budak dari para agitasi? memang DPR tidak cerdas ya? lucu amat ya DPR manggarai. digaji bereapa kemarin itu? Kan merespon rekomendasi demo politik kemarin kan? Bego amat. kalau tidak cerdas turun aja dari DPR. mendingan anak SD jadi DPR.

    ReplyDelete
  3. sangat lambat... Mendo tuka do hang seng....mas bru sadar sih??? kemana aja dari dulu????

    ReplyDelete
  4. marsel j (Kalimantan Timur)May 19, 2010 at 7:43 PM

    ta kraeng DEWAN, eme tiba di'a kat le perusahaan tambang cai wa Reok e gelang kole eta ruteng de... HASIL INVESTIGASI KRAENG-KRAENG KAMI TUNGGU

    ReplyDelete
  5. marsel j (Kalimantan Timur)May 19, 2010 at 7:51 PM

    kraeng DEWAN.... eme di'a kat tiba le perusahaan tambang cai wa Reok e, gelang kole eta ruteng de. wali agu ro'eng sekitar tambang ga, sabar ende, ema,ase agu ka'e PASTI KAMI TINDAK LANJUTI keluhan dite. akankah investigasi anda benar2 memihak ro'eng atau malah pengusaha ? JAWABAN ANDA KAMI TUNGGU...........

    ReplyDelete
  6. Seingat kami tambang mangan di Reok beroperasi sudah cukup lama dan kami masih SMA dI Ruteng tahun 82/83 tambang tersebut sudah operasi berarti keuntungan perusahaan sudah cukup besar ..SUDAH SAATNYA MASYARAKAT MANGGARAI AMBIL ALIH ATAU SHARING DENGAN PEMKAB MANGGRAI AGAR HASIL TAMBANG TERSEBUT TIDAK DI MONOPOLI OLHE PIHAK LUAR .Namun perlu di ingat harus memahami undang-undang pertambangan serta komitment pemerintah untuk benar-benar di jalankan dan perhatikan Rakyat yang miskin ..jangan asal ngomong ,ASBUN ...Kami anjurkan anggota dewan perlu ada kekompakan jangan jadi budak dari pengusaha...

    ReplyDelete
  7. kepada ketua DPR dan anggota DPR, agar saya berharap coba pantau langsung mengenai pengalokasi dana BOS bagi sekolah-sekolah dimanggarai.. karena saya mendapat banyak keluhan dari masyarakat tentang tidak jelasnya pengalokasian dana tersebut. karena saya tau jelas dana yang tujukan berpa banyak dana BOS itu yg harus masyaarakat(anak sekolah)
    kecuranga yang terjadi semakin tidak jelas pengalokasian dana tersebut sesmpainya dimasyarakat. Kasian masyarakat, kalian ada di ada DPR digaji rakyat jd tlg perhatikan nasib rakyat.
    masa, anak sekolah hanya menerima buku saja setiap tahunnya. atau jangan2 kalian yang di DPR kerja sama dgn mereka yang menglokasikan dana tersebut. saya sangat perihatn terhadap perilaku kondisi saat ini masyarakat manggarai.

    ReplyDelete

LAGU INDO-BARAT

1. Bad Man