POS-KUPANG.COM, BORONG -- Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, menilai, kunjungan kerja inkonstitusional Camat Riung, Alfian S.Sos, bersama rombongan ke Moralante-Buntal, Desa Gololijun, Kecamatan Elar-Manggarai Timur, sebagai tindakan provokator. Kunjungan oknum yang tidak memahami aturan tersebut telah menginjak-injak nilai-nilai budaya Manggarai. Karena itu, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, menindak tegas dan menegur oknum-oknum tersebut.
"Sebelum masyarakat Manggarai Raya mengambil sikap sendiri, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, diharapkan bersikap tegas terhadap oknum tersebut," tegas Rotok kepada Pos Kupang melalui selulernya dari Ruteng ke Borong, Rabu (7/3/2012).
Menurutnya, kunjungan Camat Riung bersama rombongan ke wilayah Manggarai Timur merupakan tindakan provokator. Sebab tindakan itu termasuk kunjungan kerja inkonstitusional. Terhadap tindakan itu rasa solidaritas antar masyarakat Manggarai Raya akan bangkit menghadapi kondisi tersulit sekalipun dan dapat mengambil sikap sendiri.
"Masyarakat Manggarai Raya sangat mendukung surat Gubernur NTT tentang pengukuhan SK No. 22/1973. Kami akan gelar rapat bersama tiga kabupaten Manggarai di Ruteng, 12 Maret 2012 mendatang," jelas Rotok.
Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si, mengaku
Showing posts with label manggarai. Show all posts
Showing posts with label manggarai. Show all posts
Friday, March 9, 2012
Pembangunan PLTP Ulumbu Rampung
| Listrik tersebut sudah dialirkan ke pelanggan sehingga mampu menekan biaya operasi PLN yang tiap hari membakar solar cukup besar itu. "Untuk unit II sekarang sudah berjalan lancar," kata Dirut PT Dua Daya Sakti (DDS), Eko Budi, tadi malam. Sedangkan unit I diperkirakan awal April nanti sudah bisa |
Label:
manggarai,
PLN,
ruteng,
Satar Mese Barat,
ulumbu
Tuesday, February 21, 2012
Peminat Listrik PLTS Mulai Meningkat
RUTENG, Timex-Sumber listrik pembangkit tenaga surya (PLTS) mulai dimafaatkan oleh masyarakat Manggarai dan sekitarnya, terutama warga yang bermukim jauh dari jaringan listrik PLN. Sebanyak 59 rumah tangga di Pulau Mules, Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat sejak beberapa waktu lalu memanfaatkan sumber listrik PLTS untuk kebutuhan sehari-hari.
Demikian disampaikan Kepala PLN Ruteng, Moses M. Niron beberapa waktu lalu kepada koran ini di ruang kerjanya. Moses menjelaskan, PLTS sudah mulai dilirik masyarakat terutama warga yang bermukim jauh dari jaringan listrik PLN.
Sejak tahun 2010, kata Moses, pihaknya secara maksimal melakukan sosialisasi keberadaan dan jatah listrik PLTS, namun saat itu minat masyarakat masih sangat kurang. Namun, di awal tahun ini, PLTS mulai dilirik oleh masyarakat dan buktinya beramai-ramai warga mendatangi Kantor PLN Ruteng untuk mengajukan permohonan listrik PLTS.
Menurutnya,
Demikian disampaikan Kepala PLN Ruteng, Moses M. Niron beberapa waktu lalu kepada koran ini di ruang kerjanya. Moses menjelaskan, PLTS sudah mulai dilirik masyarakat terutama warga yang bermukim jauh dari jaringan listrik PLN.
Sejak tahun 2010, kata Moses, pihaknya secara maksimal melakukan sosialisasi keberadaan dan jatah listrik PLTS, namun saat itu minat masyarakat masih sangat kurang. Namun, di awal tahun ini, PLTS mulai dilirik oleh masyarakat dan buktinya beramai-ramai warga mendatangi Kantor PLN Ruteng untuk mengajukan permohonan listrik PLTS.
Menurutnya,
Saturday, February 18, 2012
Proyek Perpipaan dengan Jalan Tumpang Tindih
BORONG, Timex-Proyek perpipaan di Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tumpang tindih dengan proyek pembangunan jalan di wilayah itu. Hal ini akan mempengaruhi efektivitas dari proyek tersebut.
Sebut saja proyek perpipaan untuk jaringan ke rumah konsumen di wilayah Kampas-Jati, Desa Golo Kantar dan Toka-Cupi Watu, Desa Nanga Labang yang dilaksanakan di lahan untuk jalan. Proyek tersebut dinilai tumpang tindih.
Selain itu, diduga dalam pelaksanaan pengerjaan fisiknya tidak sesuai spesifikasi yang ada. Sebut saja penggalian tanah untuk kepentingan
proyek jaringan perpipaan tidak sesuai perencanaan awal. Padahal sesuai ketentuan, dimensi galian untuk pemasangan pipa sudah ditentukan.
Untuk proyek jaringan air minum bersih di dua wilayah tersebut, dimensi pipanya yakni PVC 2 (dua dim), sehingga dimensi galian harus kedalaman 51,3 cm, GIP 50 cm dan lebar galian 25 cm.
Warga Kampung Kampas, Desa Golo Kantar,
Sebut saja proyek perpipaan untuk jaringan ke rumah konsumen di wilayah Kampas-Jati, Desa Golo Kantar dan Toka-Cupi Watu, Desa Nanga Labang yang dilaksanakan di lahan untuk jalan. Proyek tersebut dinilai tumpang tindih.
Selain itu, diduga dalam pelaksanaan pengerjaan fisiknya tidak sesuai spesifikasi yang ada. Sebut saja penggalian tanah untuk kepentingan
proyek jaringan perpipaan tidak sesuai perencanaan awal. Padahal sesuai ketentuan, dimensi galian untuk pemasangan pipa sudah ditentukan.
Untuk proyek jaringan air minum bersih di dua wilayah tersebut, dimensi pipanya yakni PVC 2 (dua dim), sehingga dimensi galian harus kedalaman 51,3 cm, GIP 50 cm dan lebar galian 25 cm.
Warga Kampung Kampas, Desa Golo Kantar,
Dua Bandar KP Diringkus Polisi
RUTENG, Timex-Aparat Polres Manggarai serius dalam menangani kasus judi di Manggarai terutama judi kupon putih (KP) yang lagi marak. Setelah menangkap puluhan kurir dan pengepul rekapan, Rabu (15/2) lalu, Kamis (16/2) dini hari, dua bandar yang beroperasi di Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat berhasil diringkus polisi. Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti termasuk uang jutaan rupiah.
"Kita terus bekerja keras, selama ini memang yang ditangkap para pengecer dan berdasarkan keteragan mereka sudah berhasil meringkus bandar yang beroperasi di Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat," kata Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko kepada koran ini, Kamis (16/2).
Dia mengatakan, dua bandar yang diringkus masing-masing Yeremias Jewaru dan Yohanes Jehadun. Keduanya diringkus Kamis (16/2) sekira pukul 01.00 dini hari. Kini dua orang bandar tersebut telah ditahan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dikatakan Pontjo, selama ini pihaknya tidak tinggal diam untuk memberantas judi kupon putih. Buktinya sudah banyak warga yang ditangkap dan dipenjara. Tetapi, aktivitas judi kupon putih dalam masyarakat masih tetap jalan.
Dia menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku atau bandar bervariasi. "Kalau dulu
"Kita terus bekerja keras, selama ini memang yang ditangkap para pengecer dan berdasarkan keteragan mereka sudah berhasil meringkus bandar yang beroperasi di Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat," kata Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko kepada koran ini, Kamis (16/2).
Dia mengatakan, dua bandar yang diringkus masing-masing Yeremias Jewaru dan Yohanes Jehadun. Keduanya diringkus Kamis (16/2) sekira pukul 01.00 dini hari. Kini dua orang bandar tersebut telah ditahan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dikatakan Pontjo, selama ini pihaknya tidak tinggal diam untuk memberantas judi kupon putih. Buktinya sudah banyak warga yang ditangkap dan dipenjara. Tetapi, aktivitas judi kupon putih dalam masyarakat masih tetap jalan.
Dia menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku atau bandar bervariasi. "Kalau dulu
Monday, February 13, 2012
Alex Beding Tokoh Pers NTT
Intan Imamatnya jadi Mahkota Bagi Lembata
Pengantar Redaksi
Tahun 2011 yang baru lewat umat Katolik Lembata merayakan yubileum 125 tahun masuknya agama Katolik di pulau itu. Tahun yang sama tepatnya tanggal 23 Oktober 2011, Lembata juga merayakan 60 tahun imamat Pater Alex Beding, SVD, imam sulung dari pulau tersebut. Mengenang pesta intan imamat Pater Alex, Penerbit Ledalero menerbitkan buku “Bersyukur dan Berharap” dengan editor Steph Tupeng Witin, SVD. Dalam buku setebal 183 halaman tersebut, karya dan pengabdian Pater Alex Beding, SVD yang merayakan HUT ke-88 tanggal 23 Januari 2012 digelar elegan dan utuh.
Menyambut Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2012, kami memandang perlu menukilkan sebagian isi buku tersebut untuk pembaca FloresStar. Alex Beding tidak sekadar imam Katolik yang setia melayani umatnya. Dia adalah tokoh perintis yang membudayakan tradisi membaca bagi masyarakat Flores-Lembata dan NTT umumnya lewat buku dan media massa. Dia merupakan tokoh peradaban daerah ini yang patut dikenang dan diteladani.
LAMALERA 23 Oktober 2011. Deretan tena laja (bangsal-bangsal perahu) di pinggir pantai Desa Lamalera mematung dalam hening. Anak-anak tanpa baju berkejaran di atas hamparan pasir. Tulang-tulang ikan paus tegak di beberapa sudut. Bau amis ikan menjadi ucapan selamat datang kepada siapa pun yang memasuki haribaan Desa Lamalera.
Steph Tupeng Witin, SVD melukiskan dengan indah ketika ia memulai tulisannya pada bagian pertama buku Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat P Alex Beding, SVD (Penerbit Ledalero, 2011 hal 13). Memandang Lamalera berarti menyaksikan keajaiban hidup yang telah sekian abad bergulir di atas batu-batu karang yang menutupi sebagian besar badan Lamalera. Alam terkesan kikir dan miskin tetapi di sinilah kehidupan itu berdenyut dengan indah.
Hari itu, 23 Oktober 2012,
Tahun 2011 yang baru lewat umat Katolik Lembata merayakan yubileum 125 tahun masuknya agama Katolik di pulau itu. Tahun yang sama tepatnya tanggal 23 Oktober 2011, Lembata juga merayakan 60 tahun imamat Pater Alex Beding, SVD, imam sulung dari pulau tersebut. Mengenang pesta intan imamat Pater Alex, Penerbit Ledalero menerbitkan buku “Bersyukur dan Berharap” dengan editor Steph Tupeng Witin, SVD. Dalam buku setebal 183 halaman tersebut, karya dan pengabdian Pater Alex Beding, SVD yang merayakan HUT ke-88 tanggal 23 Januari 2012 digelar elegan dan utuh.
Menyambut Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari 2012, kami memandang perlu menukilkan sebagian isi buku tersebut untuk pembaca FloresStar. Alex Beding tidak sekadar imam Katolik yang setia melayani umatnya. Dia adalah tokoh perintis yang membudayakan tradisi membaca bagi masyarakat Flores-Lembata dan NTT umumnya lewat buku dan media massa. Dia merupakan tokoh peradaban daerah ini yang patut dikenang dan diteladani.
LAMALERA 23 Oktober 2011. Deretan tena laja (bangsal-bangsal perahu) di pinggir pantai Desa Lamalera mematung dalam hening. Anak-anak tanpa baju berkejaran di atas hamparan pasir. Tulang-tulang ikan paus tegak di beberapa sudut. Bau amis ikan menjadi ucapan selamat datang kepada siapa pun yang memasuki haribaan Desa Lamalera.
Steph Tupeng Witin, SVD melukiskan dengan indah ketika ia memulai tulisannya pada bagian pertama buku Bersyukur dan Berharap, Kenangan 60 Tahun Imamat P Alex Beding, SVD (Penerbit Ledalero, 2011 hal 13). Memandang Lamalera berarti menyaksikan keajaiban hidup yang telah sekian abad bergulir di atas batu-batu karang yang menutupi sebagian besar badan Lamalera. Alam terkesan kikir dan miskin tetapi di sinilah kehidupan itu berdenyut dengan indah.
Hari itu, 23 Oktober 2012,
Wednesday, April 27, 2011
Lima Pejabat Duduk di Kursi Pesakitan
RUTENG, Timex - Lima orang pejabat dan mantan pejabat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan pencemaran nama baik Bupati Mabar, W Fidelis Pranda, Selasa (21/4) di PN Ruteng.
Seperti disaksikan Timor Express kemarin, sidang dipimpin ketua majelis, Slamet Riadi beserta dua anggota, Desbertua Naibaho dan Agus Maksum. Sementara, terdakwa ketua DPRD Mabar, Mateus Hamsi didampingi kuasa hukumnya, Anton Ali. Sidang kali ini berlangsung cukup tegang, sebab menghadirkan lima orang pejabat dari Kabupaten Mabar. Hadir memadati ruang sidang puluhan anggota keluarga dari bupati dan ketua DPRD.
Kelima pejabat yang sudah diambil keterangan oleh majelis hakim adalah,
Seperti disaksikan Timor Express kemarin, sidang dipimpin ketua majelis, Slamet Riadi beserta dua anggota, Desbertua Naibaho dan Agus Maksum. Sementara, terdakwa ketua DPRD Mabar, Mateus Hamsi didampingi kuasa hukumnya, Anton Ali. Sidang kali ini berlangsung cukup tegang, sebab menghadirkan lima orang pejabat dari Kabupaten Mabar. Hadir memadati ruang sidang puluhan anggota keluarga dari bupati dan ketua DPRD.
Kelima pejabat yang sudah diambil keterangan oleh majelis hakim adalah,
Wednesday, December 8, 2010
66 Warga Manggarai Terinfeksi HIV/AIDS
Korban HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai terus bertambah. Tercatat hingga saat ini sebanyak 66 warga setempat terinfeksi virus mematikan tersebut. Sebanyak 15 korban diantaranya meninggal dunia.
Tren kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Manggarai terus meningkat. Hingga November 2010 tercatat 66 warga di daerah ini terinfeksi virus mematikan itu. Hal itu disampaikan Pengelola Program Komisi Penanggualangan AIDS Daerah (KPAD) Manggarai, Bony Mardianus kepada media ini di ruang kerjanya belum lama ini.
Mardianus mengatakan
Subscribe to:
Comments (Atom)
LAGU MANGGARAI
LAGU INDO-BARAT
1. Bad Man