Tuesday, March 30, 2010

IAKMI Mabar Gagal Dilantik

pos-kupang.com

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar, dr. Harijaya, membenarkan hal itu saat dihubungi Pos Kupang di Labuan Bajo, Kamis (20/8/2009). Harijaya ditanya terkait keluhan IAKMI Pempro NTT di Labuan Bajo yang sudah menyiapkan acara pengukuhan IAKMI Mabar, tetapi urung dilakukan. Menurut Harijaya, pengurus IAKMI Mabar sudah dibentuk. Sementara rencana pengukuhan dan pelantikan yang dilakukan bersamaan dengan pertemuan advokasi dari AIPNH para pengurus IAKMI Mabar tidak bersedia. Sedangkan pertemuan bersama dua orang profesor dari AIPNH, yakni Prof. Ascobat Gani, MD, MPH, dan Prof. DR. Bob Tiden tetap dilaksanakan. Bappeda bersama jajaran terkait sudah menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan kegiatan itu. "Hasil pertemuan internal IAKMI Mabar memutuskan mereka keberatan untuk dilantik. Mereka akan mencari waktu yang tepat untuk acara pengukuhan yang dilakukan tersendiri," kata Harijaya. Sementara pengurus IAKMI Propinsi NTT, Pius Weraman, menjelaskan, IAKMI NTT berprinsip kegiatan pengukuhan pengurus IAKMI Mabar bersama AIPNH memiliki benang merah yang sama di bidang kesehatan. Apalagi acara pelantikan itu tanpa biaya. Semua biaya sudah menjadi tanggung jawab AIPNH yang melakukan kegiatan di wilayah itu. "Kita mengacu pada semangat cepat, tepat dan efektif sehingga agenda pengukuhan kita satukan. Tapi jika mereka keberatan, tidak apa-apa," kata Pius.. Pius menjelaskan, IAKMI adalah organisasi profesi yang bergerak di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat. Wadah IAKMI diharapkan mampu melakukan advokasi secara baik dan memadai, sekaligus menjadi medium untuk memperjuangkan alokasi anggaran berkaitan dengan advokasi itu. "Sebenarnya IAKMI itu strategis, tapi tergantung dari pemahaman para pengurus," katanya. Dia menjelaskan, khusus wilayah NTT, IAKMI yang sudah terbentuk, yakni di daratan Flores baru Kabupaten Flotim. Sementara di Kupang dan semua kabupaten daratan Timor sudah terbentuk. (lyn)

Korupsi di Distan Manggarai: BAP Sembilan Tersangka Rampung

kanis lina bana>>> pos kupang.com

Kapolres Manggarai, AKBP Hambali mengatakan itu saat dihubungi, Sabtu (22/8/2009).

Kasus korupsi dana pengadaan ternak babi tahun 2007 itu merugikan negara Rp 135 juta. Polisi sudah menangkap dan menahan sembilan tersangka (bukan delapan tersangka sebagaimana berita sebelumnya, Red).

Kesembilan tersangka itu adalah Ir. Frans Palembang (Kepala Dinas), Kanisius Damar (Pimpro), lima anggota tim pemeriksa, yakni Ir. Jaya Sinar Robertus, M.M, Ir. Lasarus Gani, Ir. Maximus Rondidan, drh. Edward D. Sulaiman Geong dan Heribertus Pala dan dua orang kontraktor, yaitu Fery Ongkor dan Rofinus Mungkur.

Kapolres Hambali mengatakan, proses penyidikan kasus tersebut memakan waktu cukup lama. Semua data, termasuk temuan kerugian negara melalui audit investigasi BPKP Perwakilan NTT diperoleh, barulah penyidik menangkap dan menahan para tersangka.

"Polisi tidak gegabah menahan tersangka, tetapi melalui proses penyidikan dan berdasarkan bukti-bukti yang cukup. BAP sembilan tersangka sudah lengkap dan akan segera diserahkan kepada jaksa untuk diteliti," katanya.

Dia menjelaskan, penanganan kasus korupsi membutuhkan kecermatan, analisa data dan bukti-bukti yang cukup. Sembilan tersangka yang ditahan itu karena terlibat sesuai peran mereka masing-masing.

Penyimpangan dalam proyek pengembangan ternak bagi kelompok tani tahun 2007 itu, antara lain jumlah ternak, usia dan fisik ternak tidak sesuai spek. Penyimpangan lainnya berupa pemberian uang tunai kepada kelompok tani. Seharusnya kelompok petani diberikan ternak, bukan uang tunai.

Audit investigasi yang dilakukan BPKP Perwakilan NTT menemukan kerugian negara dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai dengan dana alokasi khusus (DAK) itu mencapai Rp 135 juta. (lyn)

Thursday, March 25, 2010

Jembatan Tiwu Dohung di Pagal Ambruk

RUTENG, POS KUPANG. com -- Hujan dengan intesitas tinggi yang terjadi belakangan ini mengakibatkan jembatan Tiwu Dohung di Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai ambruk. Akibatnya transportasi dari Pagal menuju Bea Leba lumpuh total.

Anggota DPRD Manggarai, Christian Woda, menyampaikan hal itu dari lokasi bencana kepada Pos Kupang melalui telepon selulernya, Senin (22/3/2010).

Dia menjelaskan, selain jembatan ambruk, terjadi banjir besar di Pagal. Banjir menutup lahan sawah seluas 35 ha. Kondisi tanaman padi sekitar dua bulan itu terancam gagal panen. Sebab saat ini sedang dalam proses pembuahan dan pematangan. "Masyarakaat terancam gagal panen," katanya.

Khusus tanaman padi, selain tergenang banjir, padi sawah di Pagal dan Nenu itu diserang hama putih.

Sementara kerusakan jembatan yang dikerjakan tahun 2004 itu sangat parah. Karena itu membutuhkan penangan serius sehingga transportasi di wilayah tersebut bisa berjalan normal.

Kecuali itu, dia mengimbau agar pemerintah daerah proaktif menyikapi bencana tersebut. Sebab, selain terancam gagal panen, juga menyulitkan transportasi masyarakat.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) manggarai, Angelus Angkat, menjelaskan, semua laporan korban bencana diinput dan diajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat. Sementara bantuan darurat dapat dilakukan apabila kondisi memungkinkan. (lyn)

Hentikan Penambangan di Ruteng

Laporan Jumal Hauteas

POS-KUPANG.Com -- Forum Cendekiawan Asal Manggarai (Forcam) di Kabupaten Sikka mendukung gugatan perwakilan (Class action) yang dilakukan masyarakat lingkar tambang di Manggarai.



Forcam meminta Pengadilan Negeri (PN) Ruteng menghentikan semua kegiatan pertambangan yang dilakukan PT SJA di Soga, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Hal itu disampaikan Forcam dalam surat pernyataan dukungan class action masyarakat lingkar tambang yang diterima Pos Kupang, di Maumere, Senin (22/3/2010) petang.

Forcam meminta kepada Ketua PN Ruteng, dan Ketua Majelis Hakim Perkara NO. 04/Pdt.G/2010/PN/Rut, untuk segera menindaklanjuti gugatan perwakilan yang dilakukan masyarakat lingkar tambang yang mengadukan nasib mereka perihal adanya aktivitas tambang yang dilakukan PT SJA.

Dalam suratnya, Forcam menilai telah terjadi proses ketidakadilan yang dilakukan Pemkab Manggarai yang mengizinkan adanya kegiatan pertambangan di Soga, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai karena terbukti tidak pro rakyat dan tidak ramah lingkungan. (editor kro)

Saturday, March 20, 2010

Tiga Warga Tewas Terseret Banjir Wae Reno

POS KUPANG. com -- Matildis Dawung (38), Paulina Jehira, 18) dan Florianus Hada (37), tiga orang warga Kampung Ling, Desa Ling, Kecamatan Wae RiĆ­, Kabupaten Manggarai tewas diseret banjir, Selasa (16/3/2010) sore. Korban Matildis Dawung sudah ditemukan dan sudah dimakamkan di kampung Ling, sementara dua korban lain masih dalam pencarian.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Ruteng, Kamis (18/3/2010), menyebutkan, ketiga korban pulang dari kebun sekitar pukul 14.00 Wita. Letak kebun mereka beberapa kilometer dari Kampung Ling.

Mereka terpaksa pulang lebih awal karena hujan deras. Lintas jalan menuju kampung harus menyeberang sungai Wae Reno. Pada saat mereka tiba di pinggir kali Sungai Wae Reno sedang banjir. Namun mereka harus menyeberang sungai itu agar bisa pulang ke rumah. Pada saat mereka berada di tengah sungai banjir makin deras sehingga ketiganya diseret banjir.

Untuk diketahui, beberapa hari terkahir intesitas hujan di Ruteng dan sekitar cukup tinggi. mulai pukul 12.00 Wita hujan mulai turun hingga sore hari bahkan malam hari.

Informasi lain menyebutkan pada saat menyeberang sungai ketiganya berpegangan tangan. Kuat dugaan pada saat di tengah sungai Wae Reno yang merupakan titipan banjir dari Wae Reno dan Wae Teko itu salah satu dari tiga korban tergelincir dan jatuh. Dua korban lain memberi pertolongan, namun apesnya semua mereka terseret banjir.

Para korban diketahui diseret banjir karena sampai sore hari tidak pulang-pulang ke rumah. Keluarga korban dan warga sekitar melakukan pencarian. Keluarga korban menyimpulkan mereka sudah terbawa banjir, sebab sungai Wae Reno mengalami banjir besar.

Warga sekitar sudah berpengalaman jika sungai itu banjir besar selalu makan korban. Karena itu keluarga melakukan pencarian dengan menyusuri sungai itu. Rabu (17/3/2010) sekitar pukul 12.00 Wita, keluarga menemukan jasad Matildis Dawung sekitar 2 km dari tempat penyeberangan. Korban sempat disemayamnkan di rumah duka selama satu malam dan dimakamkan di Ling, Jumat (18/3/2010). Sementara upaya pencarian dua korban lain sedang dilakukan oleh masyarakat sekitar bersama aparat kecamatan dan Pemba Manggarai.

Kabag Humas Setda Manggarai, Apri Laturake, S.H, yang dikonfirmasi Pos Kupang di Ruteng, Jumat (18/3/2010), mengatakan, upaya pencariuan dua korban yang belum ditemukan terus dilakukan. Sesuai protap pencarian korban akan berlangsung selama tujuh hari. Apabila selama kurun waktu itu korban tidak ditemukan maka dinyatakan hilang dan meninggal dunia.

Dia menjelaskan, salah satu korban yakni Matildis Dawung, sudah ditemukan sehari sesudah kejadian. Korban sudah dikuburkan yang diawali dengan perayaan misa.

Dia mengatakan, pemerintah daerah bersikap proaktif terhadap kejadian tersebut, melakukan koordinasi untuk melakukan upaya pencarian. Sementara itu pemda juga memberi bantuan kepada para korban.

"Pak Wakil Bupati, Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H, sudah tinjau lokasi dan memberi penguatan terhadap keluarga korban," katanya. (lyn)

Desember, Listrik Ulumbu Menyala

POS KUPANG. com -- Sesuai perkembangan perkerjaan dan perhitungan teknis listrik tenaga panas bumi Ulumbu di Ponggeok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai akan menyala tahun ini juga. Saat ini sedang dalam persiapan teknis dan operasional lainnya.

"Kita perkirakan Desember 2010 sudah menyala. Sekarang sedang bereskan pekerjaan dasar," ujar Manajer PLTU Ulumbu Madju Napitupulu, menjawab Pos Kupang di Ruteng, Rabu (17/3/2010). Dia diminta keterangan terkait perkembangan pekerjaan. Saat ini turbin, generator dan perlengkapan lain sudah tiba di lokasi.

Menurut Napitupulu, kapal sejenis tongkang mengangkut perlengkapan listrik dan sudah tiba di pantai Iteng. Saat ini sedang dalam tahapan distribusi ke Ulumbu. Semua item pekerjaan lain sedang dilakukan. Alat-alat yang sudah didroping akan segera dipasang sesuai rencana teknis.

"Kalau pekerjaan dasar sudah beras kita langsung pasang. Bulan-bulan ke depan konsentrasi pekerjaan kita adalah pasang turbin itu," katanya.

Dia menjeleskan, perlengkapan listrik ulumbu yang sudah didroping adalah 2 buah turbin @ 50 ton, 2 buah generator @ 20 ton, lube oil system 20 ton, peralatan cooling power 15 ton, pompa-pompa dan travo 60 ton, totalseluruh material perlengkapan yang sudah droping 235 ton.

Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H, yang dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya, Rabu (17/3/2010), mengatakan, sudah melihat langsung proses evakuasi peralatan litrik Ulumbu. Dengan pendropingan itu maka semakin jelas pelaksanaan kegiatan di Ulumbu. Dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama masyarakat Manggarai akan segera menikmati penerangan listrik dari kekayaan perut bumi itu.

Beberapa warga Iteng, Marianus Jebarut, Lukas Papang, kepada Pos Kupang melalui telepon selulernya mengharapkan agar kedatangan perlengkapan listrik Ulumbu makin cepat masyarakat menikmati penerangan listrik. Pemerintah daerah diharapkan mendorong percepatan operasi PLTU Ulumbu itu. (lyn)

Friday, March 12, 2010

DPRD Manggarai Ke Lokasi Tambang

Laporan Euginius Moa

RUTENG, POS KUPANG.Com--Sembilan orang anggota DPRD Manggarai yakni, Yesualdus P Mbaut, Gregorius Gaguk, Frans San, Roni Marut, Wendelinus M Nurung, S.H, Yoseph Leonardi, Ferdinandus Tarang, Yohanes Rikardus Madu dan Ignas F Teren "terjun" ke lokasi tambang di Kecamatan Reok dan sekitarnya.


Tujuanya melakukan investigasi terhadap seluruh kegiatan tambang termasuk keluhan masyarakat sekitar lingkar tambang.

Informasi yang dihimpun dari Sekretariat Dewan dan anggota DPRD Manggarai, Thomas Jehaut di Kantor DPRD Manggarai, Kamis (11/3/2010) menyebutkan, sembilan anggota Dewan terjun ke lokasi tambang guna menyikapi lebih lanjut aspirasi elemen masyarakat beberapa waktu lalu.

Dewan perlu mendapat informasi yang komprehensif agar langkah politik bisa dilakukan dengan baik.

Seturut informasi yang diperolehnya Pos Kupang di Kantor Dewan menyebutkan, selama berada di Reo, anggota tim sembilan akan menghimpun keterangan secara komprehensif hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tambang.

Artinya keterangan yang dihimpun tidak hanya dari masyarakat lingkar tambang, tetapi juga prosedur yang ditempuh investor hingga mendapat kuasa pertambangan serta kompensasi yang diberikan bagi pemilik ulayat. (*)

Monday, March 8, 2010

Realisasi Pajak KPP Pratama Ruteng Mencapai 121 Miliar Rupiah Lebih

MANGGARAI ONLINE.....Realisasi pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng yang mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur tahun 2009 sebanyak RP 121.801.808.322 atau mencapai 130,79 Persen. Realisasi ini melampai target yang ditetapkan pada tahun 2009 sebesar Rp 93.125.924.000. Hal itu disampaikan Kasubag Umum KPP Pratama Ruteng, Valentinus Jemidin Rabu (24/02).

Jemidin menjelaskan, total pajak tersebut bersumber dari elemen PPh sebanyak 166,17 persen, PPN dan PTLL sebesar 131,58 persen, PBB dan BPHTB sebesar 102,83 persen. Sementara dari sumber pajak lainnya sebesar 80 Juta Rupiah lebih atau, 0,00 persen. Pihaknya menetapkan target pajak tahun 2010 ini sebesar 146,289 Miliar Rupiah atau meningkat 20,22 persen dari target tahun sebelumnya.

Jemidin menyebut hingga 31 Desember 2009 jumlah wajib pajak pada KPP Pratama Ruteng sebanyak 8.544 wajib pajak yang terdiri dari wajib pajak badan, bendaharawan dan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak terbanyak berasal dari kabupaten Manggarai sebanyak 6.771 wajib pajak. Disusul Manggarai Barat sebanyak 1.356 wajib pajak. Sementara dari Kabupaten Manggarai Timur hanya 417 Wajib Pajak yang sudah terdaftar di KPP Pratama Ruteng.

Menurut Jemidin kesadaran masyarakat di tiga kabupaten ini untuk membayar pajak cukup baik. Saat ini KPP Pratama Ruteng menempati urutan ke dua realisasi penerimaan pajak untuk tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Mataram.Meski demikian kata dia, kepatuhan para wajib pajak untuk menyampaikan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) belum mencapai target. “ Walaupun realisasi penerimaan kita melampaui target tetapi kepatuhan untuk menyampaikan laporan SPT itu baru 28 persen dari 45 persen target nasional,” ungkap Jemidin.

Jemidin menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Kecuali itu ke depan pelayanan kepada masyarakat akan semakin ditingkatkan. “Sosialisasi dalam bentuk penyuluhan berkaitan dengan peraturan atau undang-undang perpajakan terus kita lakukan. Sehingga masyarakat itu bias mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya,” kata Jemidin.

Lebih lanjut Jemidin berharap masyarakat di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur secara sadar dan lebih proaktif membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk kemajuan pembangunan daerah dan nasional. ***(Tadeus Tanggang)

LAGU INDO-BARAT

1. Bad Man